"I believe that if we were forced to select the principle that supports and infuses all human aspiration we would find in it the objective of maintaining communication with our fellows"
1. Marxis Klasik Paham Marxisme klasik akan mengacu pada pandangan tentang teori-teori yang dikemukan oleh Karl Marx (1818-1883). Marxisme klasik dianggap sebagai paham awal yang dijelaskan oleh Marx, sebelum kemudian dikembangkan lagi oleh para pengikutnya setelah itu, yang kemudian disebut dengan Neo Marxisme. Marx memulai teorinya ketika memunculkan karangan berjudul The Communist Manifesto tahun 1888 dan Das Kapital tahun 1909. Buku ini muncul justru setelah Marx meninggal dunia. Miller (2002;61) menjelaskan bahwa pemikiran Marx sangat dipengaruhi oleh ide-ide yang dikemukakan oleh Hegel mengenai ketegangan antara pengalaman subjektif internal dan dunia luar dengan kondisi alami dari ketegangan itu sendiri. Marx percaya bahwa dunia luar adalah sesuatu yang diciptakan manusia, kemudian mengkonstruksinya dan membuatnya terlihat seperti objektif dan terpisah dari subjektifitas individu. Proses melakukan objektifikasi dan reifikas...
Masalah Positivisme Post-Positivisme Teori Kritis dkk. Konstruktivisme (Baris 1) Tujuan Penelitian Penjelasan: Prediksi dan Kontrol. Kritik dan Transformasi: pemulihan dan emansipasi. Pemahaman: Rekonstruksi. Apakah maksud atau tujuan penelitian? Positivisme dan Post-Positivisme . § Untuk kedua paradigm ini tujuan penelitian adalah menjelaskan (Von Wright, 1971), yang pada akhirnya memungkinkan untuk memprediksi dan mengendalikan fenomena, apakah benda-benda fisik atau manusia. Sebagaimana pandangan Hesse (1980), criteria kemajuan puncak dalam paradigm ini adalah bahwa kemampuan “ilmuwan” untuk memprediksi dan mengendalikan (fenomena) seharusnya berkembang dari waktu ke waktu. § Perlu dicermati reduksionisme dan determinisme yang diisyaratkan oleh posisi ini. Peneliti terseret ke dalam peran “ahli”, sebuah situasi yang tampaknya memb...
Masalah Positivisme Post-Positivisme Teori Kritis dkk. Konstruktivisme (Baris 1) Tujuan Penelitian Penjelasan: Prediksi dan Kontrol. Kritik dan Transformasi: pemulihan dan emansipasi. Pemahaman: Rekonstruksi. (Baris 2) Sifat Ilmu Pengetahuan Hipotesis yang sahih dikembangkan menjadi fakta atau hukum. Hipotesis yang tak dapat difalsifikasi yang berpeluang menjadi fakta atau hukum Wawasan structural/historis. Berbagai rekonstruksi individual bersatu membentuk consensus. (Baris 3) Akumulasi Pengetahuan Pertambahan—“bahan-bahan pembangunan” yang menyempurnakan “bangunan pengetahuan”: generalisasi dan hubungan sebab-akibat. Revisiniosme historis: generalisasi melalui similaritas. Rekonstruksi yang lebih matang dan canggih: pengalaman yang seolah-olah dialami sendiri. (Baris 4) ...
Komentar
Posting Komentar